Bialah Kapalo Baluluak asa Tanduak Makan

Pagi tgl 26 April 1958,ex komandan Batalion di Bkittinggi Mayor Nurmatias bersama pasukannya berjalan kaki menuju Btinggi. Disampingnya ada Letnan Satu Taswar Akip seorang komandan kompinya, komandan kompi yang lain berjalan disamping pasukannya masing2. Dia telah berhasil mengumpulkan lebih 600 orang anak buahnya untuk kembali kepangkuan Ibu Pertiwi.

Bermacam pikiran berkecamuk dalam dirinya, tentulah teman2nya yang sama2 menanda tangani berdirinya Dewan Banteng menganggapnya sebagai pengchianat. Adakah semua anggota pasukan yang dibawanya kekota ichlas meninggalkan PRRI.

Setelah Padang diduki oleh tentera Pusat 17 April 1958 dibawah komando Kolonel Ahmad Yani keluarlah pengumuman Pemerintah; yang menyatakan siapapun PNS atau alat negara yang melaporkan diri sebelum 1 Mei 1958 dianggap setia terhadap pemerintah RI; yang tidak melapor dianggap ikut berontak dengan PRRI (Pemerintah Revolisioner Refublik Indonesia).

Walaupun ia berpartisipasi dalam pembentukan Dewan Banteng, ikut rapat di Sungai dareh yang dihadiri komandan meliter (Kol.Simbolon,Let.Kol.Barlian, Let.Kol.Vience Samual.Let.Kol.Ahmad Husen, Mr.Syafruddin Prawiranegara, Pak Natsir, Prof. Sumitro etc) tetapi dia tak setuju dengan pembrontakan PRRI.

Pertimbangannya adalah:
1.Amerika Serikat yang menjanjikan akan segera mengirimkan bantuan sepenuhnya ternyata bohong belaka. Armada ke VII memang meninggalkan teluk Subic ternyata hanya sampai Zamboanga di pulau Mindanau dan setelah Sukarno mengangkat A.H.Nasution sebagai KSAP Ref.Indonesia, ia kembali ke Subic. Nasution mempunyai lobby yang sangat kuat di Pentagon.

2.Padang diduki dalam pertempuran kurang sehari. Ia tahu benar Kolonel Yani adalah seorang Muslim yang ta’at. Ia pun kenal baik dengan Let.Kol.Sabirin Muchtar yang menjadi komandan resimen di Bukittinggi. Sering jadi Imam waktu di SSKAD.

3.Seorang yang sangat dikaguminya Bpk.Hatta tak menyetujui pemberontakan PRRI, dan marah kepada Let.Kol.A.Husen waktu memproklamirkan PRRI (15 Feb 1958).

Saat yang paling sulit adalah meyakinkan komandan kompi/pleton bawahannya bahwa PRRI tak mungkin menang.
Semua fakta2 dikatakan, alasan2 dikaji dan rakyat akan menderita kalau pertempuran ber-lama2.

Telah disepakati tempat berkumpul di dekat sebuah telaga dekat KotoBaru 9 Km dari Btinggi. Mereka sebelumnya tersebar di Sungai Pua, Pandai Sikek, Balingka, Malalak, Koto Laweh, Batu Palano etc.

Mereka berjalan kaki melalui Sungai Buluah, Cingkaring, Padang Lua dan tibo juo di Birugo.

Nurmatias segera dipindahkan ke MBAD di Jakarta. Terachir berpangkat Mayor Jenderal dan bertugas sebagai Duta Besar dan berkuasa penuh RI di Canberra. Ketika itu hubungan persahabatan Indonesia dan Australia sedang mengalami bulan madunya. Tak heran kalau Australia menyokong penuh operasi Seroja yang dilakukan Ref.Indonesia menganeksi Timur Timor.

Nurmatias adalah salah seorang diplomat penerus tradisi Minang yang berhasil seperti juga pendahulunya H.Agus Salim, Mr.St.Mhd.Rasjid di Roma,Nazir St.Pamuncak di Manila, Dt.Palimo Kayo di Timur Tengah.

Mohon ma’af bagi yang tidak berkenan.

Zaimir Gazali


About this entry